#Berita
Tingkatkan Literasi Mitigasi Bencana, PKBM Ibnu Abbas BSD Gelar Kunjungan Edukatif ke BBMKG Tangsel

by Ibnu Abbas BSD on
TANGERANG SELATAN — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ibnu Abbas BSD mengadakan kegiatan outing class edukatif ke Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan fenomena alam serta meningkatkan literasi mitigasi bencana kepada peserta didik sejak usia dini.
Kunjungan lapangan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, menyasar peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas 4 hingga 6. Guna memastikan kelancaran dan efektivitas pembelajaran, pihak sekolah membagi jadwal kunjungan menjadi dua gelombang. Kelompok siswa laki-laki (ikhwan) melaksanakan kunjungan terlebih dahulu pada Kamis (16/4/2026), disusul oleh kelompok siswi perempuan (akhwat) pada Jumat (17/4/2026).
Mengenal Alat Pengukur Cuaca
Selama berada di kompleks BBMKG Wilayah II, para siswa tidak sekadar mendengarkan pemaparan teori di dalam ruangan. Mereka diajak langsung mengunjungi Taman Alat Meteorologi untuk mengamati berbagai instrumen teknis yang digunakan dalam memantau cuaca dan iklim.
Dipandu langsung oleh tim ahli dari BBMKG, anak-anak diperkenalkan dengan fungsi dan cara kerja alat-alat tersebut. Beberapa instrumen yang diamati antara lain sangkar meteorologi, penakar curah hujan (ombrometer), serta alat pengukur arah dan kecepatan angin (anemometer).
Melalui observasi langsung ini, para siswa dapat memahami bahwa informasi prakiraan cuaca yang biasa mereka saksikan di media massa berasal dari data yang diukur dengan sangat teliti oleh alat-alat meteorologi tersebut.
Fokus pada Mitigasi Bencana
Selain memahami ilmu meteorologi dan klimatologi, materi krusial lain yang ditekankan dalam kunjungan ini adalah bidang geofisika. Mengingat letak geografis Indonesia yang rawan terhadap bencana alam, para siswa diberikan edukasi komprehensif mengenai potensi gempa bumi dan tsunami.
Anak-anak diperkenalkan pada instrumen seismograf, yakni alat yang berfungsi untuk mendeteksi dan mencatat getaran gempa. Tidak berhenti pada pengenalan alat, pihak BBMKG juga memberikan simulasi mitigasi bencana. Siswa diajarkan langkah-langkah penyelamatan diri yang tepat dan cepat apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat, khususnya gempa bumi.
Langkah adaptif Yayasan Ibnu Abbas BSD dengan menyelenggarakan pembelajaran di luar ruang ini dinilai sangat efektif. Praktik langsung di lapangan tidak hanya mampu menghilangkan kejenuhan belajar di kelas, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis dan kesiapsiagaan bencana yang akan terus diingat oleh para siswa di masa depan.
